Ngabajigur di Kampung Cilawu Sepanggung Bareng Ceu Edoh Preman Pensiun

Banyak cara untuk membuktikan rasa cinta dan mahabbah kepada Nani Muhammad SAW. Memperingati hari kelahirannya dengan tabligh akbar adalah salah satunya. Sabtu, 9 Nopemebr 2019 Ngabajigur diundang untuk mengisi ceramah keagaaman di Lingkungan Madrasah Sabilun Naja, Kampung Cilawu Desa Kolot, Kecamatan Cilawu Garut.

Antusias masyarakat dalam mengisi dan belajar membuktikan rasa cinta kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dibuktikan dengan animo masyarakat yang berkumpul sejak ba’da Maghrib.

‘Dipupuhui’ oleh Kepala Desa Kolot, masyarakat tumpah ruah mengikuti jalannya acara dari awal sampai akhir.

Ngabajigur Tampil Pertama

Selain Ngabajigur (Ngariung Bareng Ngaji jeung Guru Muda), ada penampilan dan taushiah lainnya. Ngabajigur kebagian pertama setelah pembacaan Ayat Suci Al Quran yang dilantunkan oleh Duo Qori Kakak Beradik yang tunanetra.

Saya didampingi Jojo Da’i Cilok, memulai dengan lantunan sholawat Shollu ‘alaa khoirin anam.

Ceu Asih Sarimanah Ngabajidor

Ada Nabajigur ada pula Ngabajidor. Apa itu Ngabajidor?

Ngariung Bareng Ngaji jeung Tukang Ngabalodor, yang disesepuhi Ceu Asih Sarimanah atau Kang Asep Santanna.

Ngabajigur atau pun Ngabajidor adalah pola metoda dakwah yang belajar meneruskan para ulama yaitu; Ngahiap, Ngabebetah & ngelmuan.

Ceu Edoh Preman Pensiun Ikut Ngaji

Siapa yang nggak kenal sama artis nasional, Ceu Edoh Preman Pensiun. Ceu Edoh dengan pembawaannya yang kocak, sangat menghibur masyarakat yang memang butuh hiburan.

Candaan menyelingi dalam taushiah. Tanpa menggangu esensi dari taushiah itu sendiri.

Tujuannya, bagaimana ayat-ayat Quran bisa menjadi pola hidup masyarakat sehari-hari.

Subhanallah… yang saya tangkap dan pelajari “Metode Lebih Penting daripada Sekedar Materi Bahasan.”

Dengan metoda seperti Ngabajigur ataupun Ngabajidor, Islam sebagai Rahmatan Lil ‘alamiin menjadi dasar metode dakwah kami yang sebagai manusia dengan tugas saling mengingatkan.

Metoda dakwah Ngabajigur adalah hasil didikan dari pola dakwah Ngabajidor. Bedanya, segementasi Ngabajigur untuk semua umur, dan yang dikhususkan menjadi target adalah anak-anak. Apalagi Ngabajigur dibarengi seorang dai cilik, Jojo.

Berbeda dengan Ngabajidor, meskipun segmentasinya sama untuk semua umur, dalam bahasan keilmuannya yang ‘cukup tinggi’. Namun, dibawakan dengan ringan.

Semoga kehadiran Ngabajigur dan juga Ngabajidor bisa menjadi pelaku kebaikan. Membangkitkan syiar Islam, dan membendung manuver-manuver barat yang semakin masif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: