Komunitas Guru Menulis, Solusi Guru Aktif Menulis

GURUMUDA.WEB.ID – – Menulis bagi guru seakan menjadi beban. Padahal menulis bagi guru seharusnya menjadi kebiasaan yang harus dinikmati di sela-sela rutinitas mengajar. Banyak alasan yang mendasar kenapa masih banyak guru yang tidak menyempatkan waktu untuk menulis walau satu hari saja.

Penulis yakini, sebagian besar guru tidak lagi menulis apa-apa selain menulis perangkat KBM. Yang sangat menyedihkan, ini tidak menimpa guru non bahasa tapi juga guru-guru yang mengampu mata pelajaran Bahasa  Indonesia.

Sebenarnya bila ada niat memperbaiki kualitas diri,banyak yang bisa diikhtiarkan. Menulis bisa menjadi lahan untuk memperbaiki kualitas seorang guru. Intelektualitas guru bisa dilihat sejauh mana ia senang menulis. Entah menulis opini di media massa atau melalui buku. Karena terciptanya tulisan buah daripada membaca.

Pengembangan budaya membaca dan menulis merupakan salah satu prinsip pengembangan pembelajaran pada saat menyusun perangkat pembelajaran. Maka, wajiblah bagi guru memasukkan pengembangan membaca dan menulis di setiap pengelolaan pembelajarannya.

Di media Koran cetak seperti Rubrik seperti Forum Guru di Pikiran Rakyat dan Guru Menulis di Republika seharusnya ditangkap secara cepat untuk kalangan guru. Ini peluang sangat prospektif untuk menggerakkan guru supaya senang menulis. Memberikan ruang khusus bagi guru untuk menuangkan buah pemikirannya.

Apalagi salah satu faktor untuk kenaikan pangkat dibutuhkan karya tulis. Tanpa pembiasaan menulis jangan harap karya tulis bisa tuntas, terkecuali dibuatkan oleh orang lain. 

Maka, sudah seharusnya guru ikut bergabung dengan komunitas menulis guru yang sudah ada atau membuat komunitas sendiri dengan rekan guru yang lain. Yang tak lain saling berbagi dan mengembangkan budaya menulis.

Guru-guru yang melek internet sangat ramai membuat komunitas guru menulis. Entah di blog atau membuat grup khusus di social media. Sayangnya, hanya sedikit yang meresponnya.

 Padahal komunitas guru menulis seperti ini menjadi ajang pembelajaran. Disana guru akan siap belajar menerima kritikan, masukan, dan bagaimana seharusnya menulis yang baik (layak dibaca).

Semoga dengan komunitas guru menulis, tidak ada anggapan bahwa guru malas (tidak bisa) menulis.

***
Opini di atas ditulis pada tanggal 24 Januari 2014. Yang pernah dikirimkan ke Pikiran Rakyat.

Ditulis oleh:

 *) Roni Yusron Fauzi
Guru MI & MTs IQRO Leles Garut
Owner blog www.gurumuda.web.id


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: