Dua Surat Cinta Bhirawa

Sedari tadi Kapten Bhirawa hanya duduk terpasung. Selepas pertemuannya dengan anak komandan, hatinya tak begitu dalam menanggapi  seratus persen atas pinangan yang tidak bertepuk sebelah tangan itu. Justru kegamangan yang ia hadapi saat ini.
Dengan mendapatkan putri dari seorang anak TNI, berarti ia mengamini harapan orang tuanya. Di sisi lain ada mutira kasih dari perempuan berkerudung yang kini mengajar di SD Darul Ilmi Surabaya. Pikirnya, pantaslah kiranya kalau ia yang berwatak keras bisa bersanding dengan perempuan lembut seperti Halimah.
Ia pegang dua surat cinta dari orang yang berbeda. Menyanggupi isi amplop berwarna biru muda, berarti sebentar lagi statusnya menjadi menantu komandan. Lalu, ia membuka kembali surat beramplop merah marun. Bhirawa langsung membaca paragraf terakhir sebelum salam.

“Semua kembali kepadamu, Kapten. Istikharahlah!”

Teriring salam,
yang menunggu kepastianmu

============================================================

Maafkan untuk Hari Ini

PUISI GURU MUDA – Puisi yang saya tulis di bawah ini termasuk golongan Puisi Guru Muda yang pendek. Ditulis di atas motor, dibonceng sama...
Guru Muda
11 sec read

Hanya Satu Do’a untuk Malam Ini

BUKAN kebencian, lebih pada apa yang kusebut iri. Melihat satu demi satu karib yang telah mendua, selanjutnya beranak pinak. Kapan aku bisa menggandeng bidadari...
Guru Muda
35 sec read

Ubah Kendala Menjadi Motivasi!

SELEPAS menghadiri imtihan di pesantren yang pernah aku tempati, aku dikenalkan dengan kakak beradik.Ternyata mereka yatim. Kupancing, lalu mereka bercerita sebab ayahnya meninggal. Sirosis...
Guru Muda
13 sec read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: